Minggu, 19 Desember 2010

Seputar Imlek ( Zhao Jun ) / dewa dapur


1.Apa itu dewa dapur dan mengapa harus mengantarnya ?

Dewa dapur itu adalah dewa kuno bahkan sejak dinasti Xia sudah ada
penyembahan terhadapNya.
Kitab klasik Li Ji sudah mencatat bahwa dewa dapur atau Zhao Jun itu
adalah Zu Rong.
Kitab2 lainnya adalah kitab Zhuang Zi bab Da Sheng menulis "Zhao You
Ji" dan dijelaskan secara spesifik oleh Sima Biao bahwa " Ji itu
adalah Zhao Shen (zhao Jun ) mengenakan jubah merah serta cantik".
Kitab Bao Pu Zi juga menjelaskan masalah Zhao Jun ini bahwa Zhao Jun
mencatat perbuatan2 manusia.

Dewa dapur merupakan dewa utama dari 5 dewa rumah , dewa rumah itu
adalah sbb: dewa sumur , dewa tiongcit , dewa pintu dan dewa kamar
mandi.
Dinasti Qing mengenal istilah 3 Zun dan 6 shen dimana 3 zun itu
adalah Guan Yin dan 2 pengiringNya (Jin Tong Yu Nu) serta 5 dewa
rumah , dimana dewa pintu itu ada 2(sepasang).

Kebiasaan membersihkan rumah pada tanggal 24 itu adalah
berasal dari legenda bahwa jaman dahulu itu manusia memiliki dewa
yang disebut san shi shen yang mengikuti manusia bagaikan bayangan.
Dewa ini adalah dewa yang rese serta suka mengadu yang tidak2 kepada
Yu Di.
Lama kelamaan image manusia di mata Yu Di ini menjadi buruk. Suatu
hari SanShi Shen ini mengadu kepada Yu Di bahwa manusia itu sukanya
mengutuk Yu Di serta berencana melawan kekuasaan YuDi.
Yu Di amat marah mendengar hal itu lantas membuat tanda sarang laba2
dirumah2 yang hendak dibantai.Dan memerintahkan Wang LingGuan utk
membantai manusia pada tgl.30 dirumah2 yang ditandai dengan sarang
laba2 itu.
San ShiShen amat senang dan tidak pandang bulu semua rumah ditandai
dengan sarang laba2.
Zhao Jun mendengar hal ini amat sangat terkejut dan membuat suatu
rencana bahwa pada tgl 23 hingga tgl 30 (hari menjemput Zhao Jun)
semua rumah harus membersihkan dari segala macam kotoran dan semua
rumah harus sudah bersih pada tgl.30. Jika tidak bersih pada tgl.30
Zhao Jun tidak akan mau datang kerumah itu.
Hal ini dilaksanakan oleh semua manusia dan ketika tgl.30 Wang Ling
Guan datang utk memeriksa amat terkejut melihat semua rumah bersih
dan org2 bersembayang kepada para leluhur serta meminta perlindungan
utk tahun depan, semoga tahun yang baru membawa harapan yang baru (
Xin Nian Ru Yi).
Wang Ling Guan melaporkan hal ini kepada Yu Di , membuat Yu Di marah
besar dan memeriksa San Shi Shen serta menggampar mulutnya sebanyak
300 kali dan menghukumnya di penjara langit selama2nya.

Kebiasaan membersihkan rumah ini menurut catatan kitab kuno Lu Si Cun
Qiu sudah ada sejak jaman pemerintahan Yao dan Sun.

Kisah2 Zhao Jun mencatat perbuatan manusia juga sudah ada sejak lama.
Pada masa dinasti Ming dan Song kebiasaan mengantar Zhao Jun itu
selalu disertai arak dan mengoleskan arak diseluruh rupang atau
tulisan /papan dewa Zhao Jun. Dengan harapan Zhao Jun mabok dan tidak
bisa melaporkan hal2 buruk manusia dengan baik.
Pada masa dinasti Ming dan Qing itu kebiasaan berubah menjadi
menorehkan madu dan mempersembahkan yang manis2 kepada Zhao Jun.

Bbrp kisah menarik diantara kisah2Nya adalah :

-pada masa dinasti Ming diceritakan bahwa ada satu pelajar yang
hendak memperkosa pembantunya tapi untunglah sipembantu berhasil
meloloskan diri.
Pada saat kejadian itu istri si pelajar bermimpi ada 2 org yang
sedang bercakap2 , yang satu adalah Zhao Jun dan satunya adalah
pembantunnya ( Zhao Jun ada 2 pembantu yaitu Shan Guan dan E Guan ).
Pembantunya berkata ,"Org seperti ini perlukah kita putuskan garis
keturunan atau memotong umurnya ?"
Zhao Jun berkata ,"Jgn dahulu , lebih baik kita lihat saja apakah org
tersebut bisa menyesal atau tidak"
Istri sipelajar kaget dan esoknya menceritakan mimpinya kepada
suaminya.
Sang suami amat terkejut dan tidak menyangka perbuatan buruknya bisa
dicatat oleh Zhao Jun.
Seketika itu dirinya amat ketakutan dan insaf atas perbuatan
buruknya, ia juga menikahkan pembantunhya dengan pasangan yang cocok.
Sejak hari itu pula ia banyak berbuat baik dan berusaha menjauhi
kejahatan.
Kemudian istrinya bermimpi lagi bertemu dengan Zhao Jun. Zhao Jun
berkata ," Bersyukurlah suamimu tidak lagi melakukan perbuatan buruk
serta banyak berbuat baik bahkan menikahkan pembantunya dengan
pasangan yang cocok. Atas perbuatan baik ini Saya khusus melaporkan
hal ini kepada Yu Di dan minta agar umur suamimu diperpanjang."

-Kitab dinasti Han mencatat pada masa pemerintahan Xuan Di ada org
bernama Yin ZhiFang melihat penampakan Zhao Jun. Yin adalah org yang
miskin tapi baik hati.
Ketika itu Yin amat sangat kaget dan sujud. Saat itu pula ia memotong
anjing peliharaannya untuk dipersembahkan pada Zhao Jun. Zhao Jun
amat terharu dan memberi rejeki kepada Yin ZhiFang sehingga Yin
menjadi org yang kaya raya tapi tetap baik hati dan rajin beramal
serta rendah hati.

-Pada masa dinasti Qing upacara pengantaran Zhao Jun ke surga sudah
amat umum bahkan cenderung berlebihan dan berbau menyogok Zhao Jun
agar menceritakan hal2 yang baik saja.
Zhao Jun diceritakan amat marah kepada satu keluarga yang berkelahi
melulu , tidak akur sesama saudara , berlaku kejahatan , menyebar
gosip2 yang tidak benar serta tidak mau berbuat baik , hobbynya
menyogok para dewa.
Zhao Jun diceritakan menampakkan diri dan mengatakan,"Tidak perduli
seberapa besar persembahanmu kepadaKu , tidak perduli berapa banyak
hartamu , tidak perduli seberapa tinggi kedudukanmu. Hal2 itu tidak
akan menggoyahkan diriKu utk mengatakan hal2 sebenarnya. Perbuatan2
baik dan menghindari perbuatan2 buruk itulah persembahan utkku. Jika
kalian bisa berubah pada hari penyambutan diriKu , maka AKU akan
melindungi keluarga kalian."

Dari cerita2 diatas , bisa kita ambil hikmahnya bahwa upacara
pengantaran Zhao Jun pada tgl 23-24 itu adalah upacara intropeksi
diri kita dan pada tgl.30 upacara penyambutan Zhao Jun adalah upacara
bagi diri kita agar bisa berbuat baik lebih banyak lagi.
Persembahan sederhana tapi tulus lebih berharga daripada persembahan
mewah.

Membersihkan rumah , mencat dan memperbaiki rumah selama 6 hari
adalah hal yang dapat dikatakan kita juga merawat rumah yang telah
kita diami selama setahun itu.


2.Mengapa org yang belum menikah tidak boleh memberi angpao , malah
mendapat angpao ?

Org yang telah menikah dalam culture chinese dianggap mereka telah
mapan dan secara ekonomi lebih baik daripada mereka yang belum
menikah.
Juga perkembangan psikologis bagi mereka yang menikah rata2 lebih
baik daripada mereka yang belum menikah.
Mereka yang telah menikah dianggap telah berhasil membentuk suatu
keluarga yang baru. Dan walaupun status adik , tapi jika telah
menikah , kedudukannya lebih tinggi dari kakaknya yang belum menikah.
Untuk itu biasanya sang adik memberi angpao kepada kakaknya. Tidak
perduli berapa umur kakaknya dan tidak perduli berapa kekayaan
kakaknya.
Tapi hal ini tidak berlaku bagi mereka yang memiliki karyawan.
Mereka yang belum menikah tapi memiliki karyawan diwajibkan memberi
angpao sebesar 1 bulan gaji kepada karyawannya.
Biasanya angpao utk karyawan itu diberikan pada tgl.23 atau 24 bulan
12.
Ini diutamakan sebab mereka para karyawan juga memerlukan uang utk
mempersiapkan diri menyambut Imlek.


3.Mengapa pada hari Sin Cia atau tgl. 1 itu tidak boleh menyapu ?

hal ini berkaitan dengan legenda Ru Yen.
Bahkan dapat dikatakan bahwa Ru Yen inilah dewa rejeki sesungguhnya.
Pada catatan Lu Yi Ji menceritakan bahwa jaman dahulu ada pedagang
bernama Qi Ming yang berkenalan dengan QingHong Jun. Qi Ming amat
menghormati Qing sehingga suatu saat Qing mengatakan akan mengabulkan
1 permintaan dari Qi. Ada org yang membisiki Qi agar Qi meminta Ru Yen
(keinginan/harapan semoga terkabul).
Qing terkejut mendengar permintaan Qi ini dan Ru Yen itu sesungguhnya
adalah pelayan wanita Qing. Tapi karena sudah terlanjur berjanji ,
maka Qing memberi Ru Yen kepada Qi.Ketika Ru Yen tinggal dirumah Qi ,
ternyata semua keinginan Qi terkabulkan dan akhirnya ia menjadi org
kaya yang sukses.
Hingga pada saat hari sincia itu Ru Yen terlambat bangun, Qing amat
marah dan hendak memukuli Ru Yen. Ru Yen amat ketakutan dan mengubah
dirinya menjadi kecil kemudian bersembunyi diantara tumpukan sampah
dipengki. Qi Ming memukuli pengki itu dan berteriak memanggil2 Ru Yen.
Tapi Ru Yen tidak muncul2 lagi. Sejak itu Qi berangsur2 menjadi
miskin.

Kebiasaan org2 didaerah Jiang Nan ( Su Hang ) itu adalah
mengikat/merangkai uang dan menaruh dipengki kemudian berteriak2
memanggil Ru Yen.
Walau sekarang kebiasaan memanggil2 nama Ru Yen tidak ada di kalangan
org2 selatan ( Fu Jian , Guang Dong dan sekitarnya) tapi kebiasaan
tidak membuang sampah keluar rumah dan tidak menyapu pada hari sincia
itu masih ada. Harapannya adalah semoga Ru Yen tidak diturut terbuang
bersama dengan sampah2 itu.

Makna atau pesan moral dari cerita itu adalah jgn berlaku kejam
kepada bawahan sendiri. Seorg pedagang atau pengusaha tetap
memerlukan pelayan/pembantu dalam hal usaha mencapai keinginan.
Termasuk siapapun jgn kejam2 terhadap karyawan atau pembantu.
Karena tanpa mereka juga kita tidak bisa apa apa.