Selasa, 14 Desember 2010

Suku Hakka 客家

Suku Hakka (Kèjiā 客家; khek) yang berada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan salah satu cabang suku Han yang memiliki ciri khas dan penyebaran serta pengaruh paling luas di seluruh dunia. Di Cina sendiri, orang Hakka menyebar sampai ke provinsi-provinsi lebih jauh seperti Provinsi Sichuan, Chongqing dan Guangxi. Sedangkan diseluruh dunia, boleh dikatakan hampir dimerata tempat dapat ditemukan jejak orang Hakka.

Hakka
客家


Tokoh Hakka
Lee Kuan Yew, Sun Yat Sen, Thaksin Shinawatra, Deng Xiaoping, Chow Yun Fat, Tjong A Fie

Jumlah populasi

Mulai pada masa pemerintahan Dinasti Song, penduduk di pusat Cina (utara) mulai melakukan transmigrasi secara besar-besaran ke daerah selatan. Mulai dari daerah Gàn Selatan, Mǐn Barat sampai Méizhōu, akhirnya membentuk suatu kelompok suku tersendiri, suku Kèjiā (secara harafiah berarti keluarga tamu). Kemudian orang Kèjiā (Hakka) memakai Méizhōu sebagai pusat, mulai menyebar lagi keseluruh wilayah Cina lainnya.

perkiraan 30 - 45 juta

Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan

Guangdong, Fujian, Jiangxi, Guangxi, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Indonesia, Thailand

Bahasa

Hakka dan bahasa nasional negara masing-masing

Agama

Sebagian besar Buddhisme Mahayana, Konfusianisme, Taoisme, Kepercayaan tradisional Tionghoa, sebagian kecil Kristen.

Kelompok etnis terdekat

Kelompok suku Han lain, Orang She


Daerah asal orang Hakka secara garis besar dapat dibagi menjadi empat daerah utama, yakni: Méizhōu, Gànzhōu, Tīngzhōu dan Hùizhōu. Sedangkan daerah Shíbì yang berbatasan dengan Provinsi Jiangxi, di Kabupaten Nínghuà, Provinsi Fujian merupakan daerah pusat pembentukan orang Hakka, dan mendapat julukan sebagai Tanah Leluhur Orang Hakka.

Méizhōu berada di daerah Timur Laut Provinsi Guangdong, timur berbatasan dengan Provinsi Fújiàn, selatan berbatasan dengan Cháozhōu, Jiēyáng dan Shànwěi di Provinsi Guǎngdōng. Méizhōu juga dinobatkan sebagai ibukota orang Hakka. Gànzhou biasa disebut dengan singkatan sebagai Qian. Gànzhōu berada dalam wilayah Provinsi Jiāngxī, dan merupakan pintu utama masuk ke Provinsi Jiāngxī dari tenggara. Selain itu Gànzhōu juga diapit oleh Provinsi Fújiàn, Guǎngdōng dan Hunan.

Permukiman asli orang Hakka di daratan Tiongkok

Daerah Tīngzhōu, atau lebih umum seharusnya disebut daerah Mǐnxī, merupakan daerah pemukiman orang Hakka di bagian barat dari Provinsi Fújiàn mencakup daerah seperti Tīngzhōu, Chángtīng, Liánchéng, Wǔpíng, Shàngháng, Yǒngdìng, Nínghuà, Qīngliú dan Míngxī. Selain itu, di Méizhōu yang mayoritas orang Guǎngfǔ (Konghu) juga terdapat banyak orang Hakka.

Orang Hakka menggunakan bahasa mereka sendiri yang disebut sebagai bahasa Ke atau bahasa Hakka. Bahasa Hakka merupakan salah satu dari tujuh bahasa daerah utama dalam bahasa suku Cina.

Tempat tinggal orang Hakka sangat unik, yang dikenal dengan sebutan Tǔlóu 客家土楼(rumah tanah). Tǔlóu ini terdiri dari berbagai jenis bentuk, ada yang berbentuk bulat, persegi empat, bentuk U, setengah bulat, bentuk segi delapan seperti bentuk bagua dan sebagainya.